Profil

Profil PDAM Kabupaten Tegal

Sejarah Singkat PDAM Kab. Tegal

Penyediaan air bersih di Kabupaten Tegal, dimulai sejak tahun 1927 pada jaman Pemerintahan Belanda, melalui pengambilan air baku dari mata air Bumi Jawa yang dialirkan secara gravitasi dengan kapasitas + 45 liter/detik, ke wilayah Slawi, Kabupaten Tegal dan Kotamadya Tegal, oleh Perusahaan Air Minum Kodya Tegal.

Pada tanggal 11 Januari 1988, Pemerintah Pusat, melalui Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya, membangun sektor penyediaan air bersih di Kabupaten Dati II Tegal dengan membentuk Badan Pengelolaan Air Minum (BPAM).

Penyerahan pengelolaan BPAM dilaksanakan tanggal 17 Februari 1993 dari Menteri PU kepada Gubernur KDH Tingkat I Jawa Tengah. Selanjutnya Gubernur KDH Tingkat I Jawa Tengah menyerahkan pengelolaan BPAM kepada Bupati KDH Tingkat II Tegal pada tanggal 02 Maret 1993.

Pada tanggal 23 Maret 1993, dilaksanakan alih status dari BPAM Kabupaten Tegal menjadi PDAM Kabupaten Tegal. Pada tahun 1992 ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal Nomor 21 Tahun 1992 tanggal 21 Desember 1992 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tegal. Peraturan Daerah tersebut telah diperbaharui terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 24 Tahun 2001 tanggal 25 Agustus 2001.

Visi dan Misi

Tujuan Pendirian Perusahaan adalah turut serta melaksanakan pembangunan daerah dan pembangunan ekonomi nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya menyediakan air bersih memenuhi syarat kesehatan.

Tentang Logo

Lambang atau logo PERPAMSI ditetapkan pada Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum (MAPAM) II yang berlangsung di Parapat, Sumatera Utara, 22 – 24 Mei 1975. Lambang ini di desain oleh Ir. Pedi Natasoewarna, M.Sc., yang ketika itu adalah Direktur Utama PDAM Kodya Pontianak. TIRTA (Air), DHARMA (Hajat Hidup), TIRTA DHARMAberarti Pengabdian PERPAMSI berupa penyediaan air minum bagi hajat hidup dan kesejahteraan rakyat.

Penjelasan Logo : 

  1. Lima bentuk yang berupa sebuah lingkaran dan empat buah lengkungan lainnya bermakna Pancasila;
  2. Bentuk lingkaran sebagai air terjun menyatakan sumber air (air baku) yang berlimpah – limpah;
  3. Bentuk lingkaran penampang pipa yang dipenuhi air minum bermakna penyaluran air minum bagi kesejahteraan rakyat yang memperlihatkan kuantitas dan kontinuitas pelayanan;
  4. Warna hijau pada bentuk lengkungan melambangkan kualitas air baku yang belum diolah dan Warna biru pada lingkaran melambangkan kualitas air yang memenuhi syarat – syarat air minum yang disalurkan bagi kesejahteraan rakyat;
  5. Rangkaian bentuk – bentuk keseluruhan mewujudkan huruf – huruf PAM yang sudah sangat dikenal kepanjangannya oleh masyarakat;
  6. Lambang ini di buat dengan ukuran perbandingan : panjang x lebar = 3 x 2.

Gambaran Umum

Kabupaten Tegal merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah dengan Ibu Kota Slawi. Terletak di pesisir utara bagian barat Jawa Tengah , tepatnya di antara 108˚57’06’’ – 109˚21’30’’ Bujur Timur dan 6°50’41” – 7°15’30” Lintang Selatan., sehingga menempati posisi strategis di persilangan arus transportasi Semarang – Cirebon – Jakarta.

Adapun batas-batas wilayah administrasi Kabupaten Tegal adalah sebagai berikut: Sebelah Utara (Kota Tegal & Laut Jawa), Sebelah Timur (Kabupaten Pemalang), Sebelah Selatan (Kab.Banyumas & Kabupaten Brebes), dan Sebelah Barat (Kabupaten Brebes)

Kabupaten Tegal memiliki luas wilayah 87.879 Ha atau 878,79 km² yang berupa tanah sawah dan tanah kering. Terbagi menjadi 18 wilayah kecamatan, terdiri dari 281 desa dan 6 ( enam ) kelurahan.

× Layanan Informasi & Pengaduan via WhatsApp